Sumatera Selatan...tujuan berikutnya dari pekerjaanku. Di bumi Sriwijaya ini ku injakan kaki untuk pertama kalinya dalam hidupku, bumi yang kaya dengan hasil Tambang dan Perkebunannya membuat aku merasa kagum dan bangga sekaligus merasa iri juga dengan perkembangan perekonomian disini yang tumbuh pesat, berbeda jauh dengan daerahku sendiri yaitu kota pangkalan berandan yg dahulunya menjadi terkenal sampai ke negeri Belanda dan eropa. Tepat pada tanggal 8 februari aku menginjakan kaki dikota Palembang ini, tujuan aku dan teman2 saat ini mencari rumah kontrakan untuk dijadikan Base Camp ntuk istirahat,rencana lainnya adalah ada sebahagian teman yang mengurus surat2 ntuk keperluan kerja ke kantor Ericsson dan Telekomsel, karena aku dan teman2 bekerja pada bahagian jaringan Telekomunikasi,jadi jelas pekerjaan ini banyak kedaerah2 lain di indonesia ini (round-round bae). Hari pertama sampai disini kami langsung istirahat di penginapan untk melepas lelah setelah berkendaraan kesana kemari, tempat yg aku dan teman2 pilih ntuk istirahat tepat di kota Palembang nya biar nggak terlalu jauh ntuk mengurus segala sesuatu yg dibutuhkan untuk pekerjaan maupun kebutuhan perut.Pada hari kedua ini aku dan 2 org temanku meluncur menuju kantornya Ericsson untuk mengurus surat izin dan ke Grapari Telkomsel untuk izin kunci dan pekerjaan, tetapi karena ada sesuatu hal maka pekerjaan tersebut di pending, hari itu kami disibukkan dengan segala urusan surat menyurat dan perizinan, setelah itu barulah didapati kata sepakat ntuk mengatur janji temu besoknya sekitar jam 9 pagi, maka kamipun langsung menjumpai pimpinan ntuk memberikan laporan mengenai urusan2 hari ini yang dipending untuk sementara waktu.
Rencana selanjutnya untuk pekerjaan di sini adalah menerima material dibeberapa tempat seperti Site Cinta manis
Site Suka Cinta
Site Paya Raman
Site Lubuk Karet
Site Babat
Site Lembak
Site Mekakau ilir
Untuk saat ini baru 5 site yang bisa dikerjakan, selebihnya Problem Community, jarak yang ditempuh dari kota Palembang ke site yg akan dikerjakan ada sekitar 2-3 jam, dikarenakan lokasi pekerjaan yg begitu jauh dan jalan akses menuju site tesebut tidak mulus jalan yg penuh lubang dan banyak kerusakan jalan, jadi sampai kelokasi sangat lama, mungkin itulah yang namanya pekerjaan mau tidak mau harus ditempuh demi memenuhi permintaan masyarakat yg sangat tinggi akan perlunya komunikasi.
Perjalanan yg sangat melelahkan sedikit banyak bisa terhibur dengan melihat2 daerah-daerah yg dilewati dan disinggahi, begitu banyak yang kita lihat semakin kita tau bahwa berbagai macam keaneka ragaman kebudayaan dan adat istiadat didaerah tersebut, seperti tempat yang kami kunjungi saat ini terlihat bentuk rumah masyarakat sumater selatan yang hampir sama dengan rumah adat melayu yang berbentuk panggung di daerah ini saya melihat disepinggiran jalan di kecamatan banyak rumah yg masih mempertahankan bentuk rumah mereka yaitu rumah panggung. Di pinggiran aliran anak sungai musi baik itu di daerah Indralaya, Kayu Agung, Tanjung Raja, dan lainnya, masih berdiri tegak bangunan khas masyarakat tersebut mereka tetap mempertahankan bentuk bangunan tersebut walaupun sudah banyak merenovasi bangunan tersebut tetapi ciri asli bangunan tersebut mereka padukan dengan yg tradisional maupun modern, salut untuk masyarakat yg mempertahankan ciri khas bangunan mereka.
Rencana selanjutnya untuk pekerjaan di sini adalah menerima material dibeberapa tempat seperti Site Cinta manis
Site Suka Cinta
Site Paya Raman
Site Lubuk Karet
Site Babat
Site Lembak
Site Mekakau ilir
Untuk saat ini baru 5 site yang bisa dikerjakan, selebihnya Problem Community, jarak yang ditempuh dari kota Palembang ke site yg akan dikerjakan ada sekitar 2-3 jam, dikarenakan lokasi pekerjaan yg begitu jauh dan jalan akses menuju site tesebut tidak mulus jalan yg penuh lubang dan banyak kerusakan jalan, jadi sampai kelokasi sangat lama, mungkin itulah yang namanya pekerjaan mau tidak mau harus ditempuh demi memenuhi permintaan masyarakat yg sangat tinggi akan perlunya komunikasi.
Perjalanan yg sangat melelahkan sedikit banyak bisa terhibur dengan melihat2 daerah-daerah yg dilewati dan disinggahi, begitu banyak yang kita lihat semakin kita tau bahwa berbagai macam keaneka ragaman kebudayaan dan adat istiadat didaerah tersebut, seperti tempat yang kami kunjungi saat ini terlihat bentuk rumah masyarakat sumater selatan yang hampir sama dengan rumah adat melayu yang berbentuk panggung di daerah ini saya melihat disepinggiran jalan di kecamatan banyak rumah yg masih mempertahankan bentuk rumah mereka yaitu rumah panggung. Di pinggiran aliran anak sungai musi baik itu di daerah Indralaya, Kayu Agung, Tanjung Raja, dan lainnya, masih berdiri tegak bangunan khas masyarakat tersebut mereka tetap mempertahankan bentuk bangunan tersebut walaupun sudah banyak merenovasi bangunan tersebut tetapi ciri asli bangunan tersebut mereka padukan dengan yg tradisional maupun modern, salut untuk masyarakat yg mempertahankan ciri khas bangunan mereka.
