Jumat, 06 Maret 2009

Jelajah Sinyal Nusantara (catatan perjalanan sang Installer)

"Memuja pulau yang indah permai tanah airku Indonesia"

Itulah sebagian bait lagu yang sewaktu aku sekolah dahulu ( Sekolah Dasar)selalu kunyanyikan bila dalam mata pelajaran Kesenian guru ku selalu menyuruh pada murid2nya satu persatu maju ke depan kelas untuk menyanyikan salah satu lagu wajib tersebut, yang lucunya lagu itu aku nyanyikan dari aku kelas 2 SD sampai kelas 6 SD,hanya lagu itulah yang bisa aku nyanyikan,sementara teman2ku yang lain mempunyai banyak koleksi lagu untuk dinyanyikan, sampai2 guruku pada waktu itu sangat marah kepadaku, guruku itu mengatakan

"Kenapa koq hanya lagu itu aja yang kamu nyanyikan...!",dengan tertunduk malu aku mengatakan "iya bu'...lagu itu sering saya dengar ketika acara televisi mo habis bu.." (pada waktu aku kecil hanya TVRI satu2nya yang bisa ditonton,,) dan guruku itupun tersenyum,karena emang iya...lagu itulah yang sampai sekarang sering kita dengar di Televisi sewaktu acara Televisi mo habis, memang lagu "Rayuan Pulau Kelapa" menjadi terkenang sepanjang masa buat diriku sampai saat ini.


Rayuan Pulau Kelapa ternyata menjadi inspirasiku untuk membuat tulisan di dalam blog ini, dikarenakan jenis pekerjaan yang aku lakukan sifatnya menjelajah kepolosok2 tanah air sampai kepulauan, pekerjaan yang aku lakukan yaitu memasang jaringan iTelekomunikasi cellular (nir kabel) jadi judul yang aku berikan dalam catatan perjalananku adalah "Jelajah Sinyal Nusantara", ternyata keinginanku sewaktu kecil dahulu yaitu ingin melihat gunung-gunung, pantai,serta keindahan disetiap daerah2 nusantara seperti di televisi yang sewaktu aku kecil dahulu aku inginkan sedikit banyaknya telah terkabulkan, ternyata Indonesiaku mempunyai segudang keindahan dan lebih indah lagi bila secara langsung aku lihat dengan mata kepalaku. Keindahan2 setiap daerah memang menjadi Rayuan buat hatiku dengan kamera digital aku aku bawa kemana2 pada saat bekerja aku manfaatin untuk mengabadikan keindahan tersebut, bukan saja keindahan pemandangan alamnya saja, akan tetapi kebudayaan serta adat istiadat menjadi suatu ketertarikan buatku untuk menulis dan mengabadikannya, baik itu catatan pekerjaan yang aku lakukan dan catatan perjalananku sendiri.

Pulau Sumatera mempunyai pegunungan yaitu deretan Bukit Barisan, didiami berbagai macam suku dan mempunyai beberapa propinsi yaitu :
Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Propinsi Sumatera Utara
Propinsi Sumatera Barat
Propinsi Riau
Propinsi Riau Kepulauan
Propinsi Jambi
Propinsi Sumatera Selatan
Propinsi Bangka Belitung
Propinsi Bengkulu
Propinsi Lampung
Ke sepuluh propinsi itu mempunyai pemandangan alam yang sangat indah dan mempunyai sumber daya alami yang begitu banyak.
Catatan Perjalanan Sang Installer itulah nama yang aku berikan untuk diriku, pekerjaan2 menginstal jaringan sering ku lakukan mulai dari Pesisir Barat sumatra sampai Pesisir Timur Sumatera telah dijelajahi.


Minggu, 01 Maret 2009

Danau Ranau

Wilayah sumatera Selatan yg cukup luas terbentang dan sangat subur itu merupakan anugerah sang pencipta kepada manusia, maka manusia mempergunakannya untuk kepentingan manusia itu sendiri, dari hasil bumi itu maka manusia dapat menikmati hasilnya. Sumatera Selatan saat ini lagi berbenah diri di sektor pariwisata dari mulai slogan yang mereka canangkan yaitu "Visit Musi Year" sampai selogan lainnya di setiap kabupaten yang terdapat diprovinsi Selatan sumatera ini.
Sektor pariwisata di daerah ini telah dipromosikan oleh pemerintah kabupaten setempat, salah satunya yg saya datangi adalah Danau Ranau dan Air terjun, letak daerah tersebut adalah di Kabupaten Ogan Komering Hulu Selatan tepatnya di daerah danau ranau, sekitar satu jam dari Muara Dua dan lebih kurang 8 jam dari Palembang dengan berkendaraan mobil pribadi.
Tempat ini tetap terjaga lingkungannya, memang masyarakat disini mempergunakan danau sebagai mata pencarian selain dari sektor perikanannya ada juga transportasi danau yang dipergunakan oleh masyarakat tersebut untuk menjalankan roda perekonomian mereka, tidak jauh dari danau tersebut terdapat air terjun dengan ketinggian lebih kurang
25 meter, disini saya sempat menikmati pemandangan yg begitu indah dan sejuk dan bermalam disana selama 2 hari. Danau Ranau ini berbatasan antara propinsi sumatera selatan dengan propinsi lampung, jadi danau ranau ini terbagi dua, satu diwilayah sumatera selatan dan satu lagi di wilayah lampung, diwilayah kabupaten ogan komerin hulu selatan ini terdapat berbagai suku, yang saya ketahui ada 7 Suku adat yang terbesar yaitu :
1. Suku ogan
2. Suku komerin
3. Suku Ranau
4. Suku Daya
5. Suku Aji
6. Suku Semendo
7. Suku Kisam
Ketujuh Suku ini lah yang mendiami daerah ini turun temurun, rute yang ditempuh menuju daerah ini melalui perbukitan, jalan yg dilalui sudah di aspal dan mempermudah akses menuju objek wisata tersebut. Bahasa yang mereka pergunakan tidak jauh berbeda dengan bahasa masyarakat sumatera selatan pada umumnya, mayoritas penduduk disini beragama islam dan masih menjaga adat istiadat mereka.
Kabupaten Ogan Komerin Ulu Selatan yang di kendal dengan "Bumi Serasan Seandanan" mempunyai banyak sekali objek wisata yang menarik untuk di kunjungi baik itu objek wisata Danau, Air terjun, Air Panas, Pegunungan, situs-situs purbakala, wisata pertanian/Perkebunan maupun wisata Pertambangan. Panorama alamnya yang indah dan lestari merupakan tempat yang tepat dan menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komerin Ulu Selatan terus berupaya untuk memajukan Industri Pariwisata dengan membangun sarana dan prasarana Pariwisata pada hampir seluruh objek wisata yang ada, terutama pada objek wisata yang sangat terkenal di Propinsi Sumatera Selatan yaitu Danau Ranau, yang demikian itu di maksudkan untuk memberikan kepuasan dan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para wisatawan Domestik maupun Mancanegara yang meluangkan waktunya untuk menikmati Alam Kabupaten Ogan Komerin Ulu Selatan.
Udara yang sejuk dan nyaman dengan pemandangan alam yang sangat indah, merupakan salah satu pilihan untuk tempat berlibur bersama keluarga dan bahkan juga dapat dijadikan tempat meeting dengan relasi, karena disekitar danau ranau terdapat vila-vila dengan fasilitas meeting room yang memadai dengan kapasitas lebih kurang 200 orang dan restoran yang menyuguhkan makanan Khas OKU Selatan. Dikawasan Danau Ranau itu sendiri banyak sekali objek wisata yang dapat dinikmati, seperti Air Terjun Subik Tuha, Air Terjun La'ai, Panorama Gunung Seminung, Pulau Mariza, Pemandangan Air Panas gunung seminung dan Rumah adat khas Ogan Komerin Ulu Selatan. Objek wisata ini mempunyai daya tarik masing-masing seperti :

MATA AIR PANAS
KOTA BATU-DANAU RANAU
Singgah di sumber air panas Danau Ranau memang suatu pengalaman yang sangat unik dan menyenangkan. Pemandian Air Panas itu sendiri terletak di Kaki gunung Seminung dengan jarak tempuh lebih kurang 10 menit dari kota Batu atau lebih kurang 20 menit dari Banding Agung dengan menggunakan perahu motor.
Disini wisatawan juga dapat menikmati kehangatan iar panas yang bersumber dari mata air di kaki gunung Seminung dan dapat menyalurkan hobi memancing, dan hasil pancingan dapat dinikmati langsung ditempat.

MATA AIR JERNIH
AYIK JEHIJI
Sumber mata air jernih Ayik Jehijih ini terletak sekitar 1 Km dari Danauh Rakihan, merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Ogan Komerin Ulu Selatan, tepatnya di Desa Ulu Danau Kecamatan Sindang Danau.

PULAU MARIZA
Pulau Mariza dengan luas lebih kurang 1 Ha dan terletak di tengah Danau Ranau merupakan objek wisata pilihan yg menarik untuk dilihat dengan jarak tempuh lebih kurang 5 menit dari objek wisata air panas danau ranau dengan perahu motor atau 15 menit dari Dermaga Kota Batu. Tersimpan pula mitos yang sangat unik yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang datang kepulau tersebut, konon barang siapa yang datang dan menginjakkan kakinya di pulau Mariza ini, konon apabila mereka sepasang muda mudi yang lagi berpacaran, maka cinta mereka akan abadi dan apabila yang menginjakkan kaki mereka disana adalah sepasang suami istri, maka perkawinan mereka akan langgeng sampe kakek nenek.

DANAU RAKIHAN NAN ELOK
Danau nan elok di kelilingi bukit-bukit dalam tatanan pegunungan hijau yang asri nan alami. danau yang terbentuk dari Letusan Gunung berapi dan mempunyai sumber air belerang sering digunakan untuk tempat pengobatan. Keunikan dari air danau yang selalu berubah-ubah sesuai dengan udara dan musim yang ada dan menawarkan keelokan warna wisatawan dengan hutan alaminya yang sangat terjaga.
Danau rakihan terletak di Desa ulu danau, dengan jarak tempuh lebih kurang 80 Km dari kota Muaradua ini mempunyai luas lebih kurang 35 Km persegi dan berbentuk lingkaran berdiameter 300-600 meter dengan kedalaman sekitar 3-95 meter dengan suhu berkisar antara 10 derjat sampai 25 derjat celcius.

Wisata Danau
Bertamasya sambil menyalurkan hobi dpat anda lakukan di daerah kabupaten OKU Selatan ini, banyak kegiatan olahraga yang dapat dilakukan dilokasi sekitar Danau Ranau, antara lain olah raga Dayung, Sky air dan bahkan olah raga yang menantang sekalipun dapat dilakukan disini seperti Offroad dan Arung Jeram.

WISATA AGRO
DURIAN
Durian, siapa yang tidak kenal dengan buah yang satu ini, rasanya yang lezat dan wanginya yang khas membuat siapa saja yang mencium wanginya akan tergiur.
Durian asal OKU Selatan ini sangat unik dan khas, rasanya yang enak dan empuk dengan daging yang tebal serta bijinya yang kecil, akam membuat kita lupa segala-galanya. Daerah yang terbesar yang menghasilkan buah durian ini adalah kecamatan Simpang, lebih kurang 25 Km kearah Baturaja dari Muaradua.

COFFEE/KOPI
Siapa yang tidak mengenal minuman yang satu ini, sebagian besar masyarakat adalah kita adalah penikmat kopi yang sangat setia, apalagi sebagai teman ngobrol di sore hari bersama keluarga dan kerabat.
Selama ini masyarakat kita pencinta kopi hanya menikmati kopi yang enak dan nikmat tersebut, tapi tahukah anda kalau kopi yang terkenal dengan rasa dan aromanya yang wangi tersebut bahan mentahnya berasal dari Kabupaten OKU Selatan.
Perkebunan kopi yang terdapat di OKU Selatan sangat luas dan melimpah dan merupakan andalan Propinsi Sumatera Selatan dalam hasil perkebunan kopi. Jenis Kopi yang terdapat di OKU Selatan ini adalah : Kopi Robusta yang wanginya sangat khas dan menggiurkan.
Salah satu industri pengemas kopi yang terkenal di kecamatan Banding Agung adalah Kopi Sipatuha. Kopi Sipatuha ini terdapat di desa Sipatuha dengan keunikan yang khas karena kopi ini dicampung dengan buah yang lain seperti Pinang wangi (Palm) dan Ginseng. Selain kopi sipatuha juga ada kopi Semendo dengan mempunyai rasa yang sangat khas.

RAGAM PESONA AIR TERJUN

AIR TERJUN MANDURIANG
Air ini terletak di desa Manduriang dengan ketinggian lebih kurang 25 meter, dibawah air terjun ini terdapat goa yang berbentuk terowongan, konon kabarnya tempat para nenek moyang bersemi (bertapa). Dengan letaknya yang sangat strategis, air terjun ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

AIR TERJUN SUBIK TUHA
Deru air yang jatuh dari ketinggian lebih kurang 20 meter dari air terjun Subik Tuha dengan sumber mata air Gunung Seminung, dikelilingi dengan alam nan hijau serta hutan yang asri, dengan panorama Danau Ranau yang indah merupakan tempat peristirahatan yang nyaman bersama keluarga dan kerabat.

AIR TERJUN LA'AI
Air terjun ini dengan ketinggian 40 meter ini terletak dikecamatan Banding Agung tepatnya di desa La'ai. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat sehingga lekukannya membentuk seperti Ular Naga maka banyak wisatawan WNI Keturunan Tionghoa yang datang berkunjung ke sana. Konon sejarahnya Air Terjun La'ai ini erat kaitannya dengan terbentuknya Danau Ranau.

AIR TERJUN CHUHUP TINGGI DAN CHUHUP RENDAH
Air terjun Chuhup Tinggi yang mempunyai ketinggian 40 meter dan terletak didesa Ulu Danau di Kecamatan Pulau Beringin, yang berjarak tempuh lebih kurang 69 Km dari Kota Muara dua dan dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 1,5 jam.
Chuhup Rendah mempunyai ketinggian lebih kurang 20 meter dengan pemandangan sungai endap yang mengalir kecil dibawahnya. Alam hijau dengan pohon-pohon disekelilingnya menjanjikan kenyamanan untuk peristirahatan di akhir pekan.
Air terjun ini digunakan sebagai pembangkit Listrik tenaga air Mikro Hydro (PLTMH).

KERAMBA IKAN
Keunikan lain yang dapat kita saksikan disekitar danau ranau adalah Keramba Ikan, Keramba ikan ini merupakan tempat masyarakat Banding Agung memelihara ikan. Para wisatawan dapat menyaksikan para peternak menangkap ikan. Ikan yang dipelihara di dalam keramba tersebut terdiri dari ikan Mujair.
Bahkan para wisatawan dapat menikmati ikan tersebut dan membawa pulang dengan harga special, hal ini adalah salah satu kelebihan masyarakat Banding Agung yang ramah dan bersahabat dengan para wisatawan yang datang.

GOA SAGA
Goa sarang burung Walet
Goa ini terdapat di Desa Saung Naga Kedamatan Buay Runjung, kedalamannya lebih kurang 50 meter dengan diameter lebih kurang 15 meter. Disekitar lingkungan Goa merupakan perkebunan kopi rakyat. Paga bagian atas Goa terdapat batu-batu karang yang cukup tinggi dan curam kemudian pada bagian bawah Goa terdapat aliran sungai kecil diantara batu-batu karang.
Keunikan Goa sarang burung Walet ini dapat disaksikan setiap sore hari menjelang magrib, kita akan disuguhi tontonan serombongan burung wallet memasuki goa dengan atraksi membuat lingkaran meliuk-liuk seperti Naga dan manari-nari mengitari dan kemudian memasuki goa. Tontonan menakjubkan tersebut dapat berlangsung cukup lama lebih kurang 1 jam.
Produksi sarang burung wallet sangat besar kontribusinya kepada Kabupaten Ogan Komerin Ulu Selatan dalam peningkatan PAD. Pada setiap tiga bulan sekali dapat dihasilkan lebih kurang 120 Kg sarang Wallet putih dan 3000 Kg sarang wallet hitam.
untuk mengunjungi GOA ini dapat ditempuh dalam waktu setengah jam atau lebih kurang 40 Km dari kota Muaradua.


Travel to Site Mekakau ilir

Wilayah kerja yg bakal di gas (istilah kami anak medan ntuk kerja..) adalah site Mekakau ilir, daerah yg letak lokasinya di perbukitan dan jarak tempuh yg dilalui berjam-jam dengan rute jalan yg penuh dengan tikungan dan tanjakan pun dilalui dengan rasa "ya kerja..!" itulah maka pencarian site tersebut dilakukan dengan membawa peta wilayah propinsi sumatera selatan dan dipandu dengan bertanya kesana kemari maka ditemukanlah site mekakau ilir. Disepanjang jalan menuju area pekerjaan banyak ditemukan kebun kopi warga (mirip di daerah takengon...aceh tengah ) terasa aroma kopi yg begitu harum disepanjang jalan menuju area tersebut, dikiri kanan jalan banyak tumbuh pohon2 seperti Pinang, Kopi, Karet dan tanaman palawija lainnya, didaerah ini masyarakatnya mengandalkan sektor pertanian dan peternakan. Sekitar satu jam perjalanan dari daerah danau ranau barulah kami sampai dan langsung menerima material untuk langsung dikerjakan, maka pada hari itupun kami gas lah yg namanya pekerjaan upgrade 1800 dan selesai pada hari itu juga installasinya, lalu kamipun balik ntuk mencari penginapan di daerah danau ranau yang sejuk dan indah tersebut, bermalam disini tidak lah begitu mahal dengan biaya kamar sekitar 50 ribu rupiah dan bisa dengan 4-5 orang satu kamar (kalau nggak mau himpit-himpitan silahkan...! ), dipenginapan tersebut kamipun disuguhkan dengan kopi panas hasil dari bumi setempat...saat kami meneguk kopi tersebut...mmmm enak geng..!!!, kata salah seorang teman saya tsb, malam itupun kami beristirahat sambil menunggu teman lainnya ntuk kerja keesok harinya..hari yg berat satu persatu dilalui dengan penuh pengalaman menjelajahi Bumi Sriwijaya.

Minggu, 15 Februari 2009

Wong kito galo.....Palembang

Sumatera Selatan...tujuan berikutnya dari pekerjaanku. Di bumi Sriwijaya ini ku injakan kaki untuk pertama kalinya dalam hidupku, bumi yang kaya dengan hasil Tambang dan Perkebunannya membuat aku merasa kagum dan bangga sekaligus merasa iri juga dengan perkembangan perekonomian disini yang tumbuh pesat, berbeda jauh dengan daerahku sendiri yaitu kota pangkalan berandan yg dahulunya menjadi terkenal sampai ke negeri Belanda dan eropa. Tepat pada tanggal 8 februari aku menginjakan kaki dikota Palembang ini, tujuan aku dan teman2 saat ini mencari rumah kontrakan untuk dijadikan Base Camp ntuk istirahat,rencana lainnya adalah ada sebahagian teman yang mengurus surat2 ntuk keperluan kerja ke kantor Ericsson dan Telekomsel, karena aku dan teman2 bekerja pada bahagian jaringan Telekomunikasi,jadi jelas pekerjaan ini banyak kedaerah2 lain di indonesia ini (round-round bae). Hari pertama sampai disini kami langsung istirahat di penginapan untk melepas lelah setelah berkendaraan kesana kemari, tempat yg aku dan teman2 pilih ntuk istirahat tepat di kota Palembang nya biar nggak terlalu jauh ntuk mengurus segala sesuatu yg dibutuhkan untuk pekerjaan maupun kebutuhan perut.
Pada hari kedua ini aku dan 2 org temanku meluncur menuju kantornya Ericsson untuk mengurus surat izin dan ke Grapari Telkomsel untuk izin kunci dan pekerjaan, tetapi karena ada sesuatu hal maka pekerjaan tersebut di pending, hari itu kami disibukkan dengan segala urusan surat menyurat dan perizinan, setelah itu barulah didapati kata sepakat ntuk mengatur janji temu besoknya sekitar jam 9 pagi, maka kamipun langsung menjumpai pimpinan ntuk memberikan laporan mengenai urusan2 hari ini yang dipending untuk sementara waktu.
Rencana selanjutnya untuk pekerjaan di sini adalah menerima material dibeberapa tempat seperti Site Cinta manis
Site Suka Cinta
Site Paya Raman
Site Lubuk Karet
Site Babat
Site Lembak
Site Mekakau ilir
Untuk saat ini baru 5 site yang bisa dikerjakan, selebihnya Problem Community, jarak yang ditempuh dari kota Palembang ke site yg akan dikerjakan ada sekitar 2-3 jam, dikarenakan lokasi pekerjaan yg begitu jauh dan jalan akses menuju site tesebut tidak mulus jalan yg penuh lubang dan banyak kerusakan jalan, jadi sampai kelokasi sangat lama, mungkin itulah yang namanya pekerjaan mau tidak mau harus ditempuh demi memenuhi permintaan masyarakat yg sangat tinggi akan perlunya komunikasi.
Perjalanan yg sangat melelahkan sedikit banyak bisa terhibur dengan melihat2 daerah-daerah yg dilewati dan disinggahi, begitu banyak yang kita lihat semakin kita tau bahwa berbagai macam keaneka ragaman kebudayaan dan adat istiadat didaerah tersebut, seperti tempat yang kami kunjungi saat ini terlihat bentuk rumah masyarakat sumater selatan yang hampir sama dengan rumah adat melayu yang berbentuk panggung di daerah ini saya melihat disepinggiran jalan di kecamatan banyak rumah yg masih mempertahankan bentuk rumah mereka yaitu rumah panggung. Di pinggiran aliran anak sungai musi baik itu di daerah Indralaya, Kayu Agung, Tanjung Raja, dan lainnya, masih berdiri tegak bangunan khas masyarakat tersebut mereka tetap mempertahankan bentuk bangunan tersebut walaupun sudah banyak merenovasi bangunan tersebut tetapi ciri asli bangunan tersebut mereka padukan dengan yg tradisional maupun modern, salut untuk masyarakat yg mempertahankan ciri khas bangunan mereka.




Sabtu, 24 Januari 2009

Kuta Raja




Darussalam tepatnya Banda Aceh tahun 2009 ini daerah Nanggroe Aceh atau Kuta Raja aku langkahkan kakiku kesana dengan tugas pekerjaan ntuk memasang jaringan telekomunikasi, semakin banyak saja daerah yang akan aku kunjungi di Banda Aceh ini, tahun2 sebelumnyapun aku telah pergi kesana bukan yang pertama daerah ini yang aku kunjungi tetapi telah berulang2 mendatanginya, seperti daerah Kuta Raja ini punya cerita tersendiri buat diriku, selain Kota yang mempunya objek wisata pantainya dan Kuta raja ini mempunyai Wisata Sejarahnya pula. Banda Aceh adalah ibukota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam letak wilayahnya yang di ujung pulau Sumatra banyak mempunyai cerita sejarah tentang Kebudayaanya adat istiadatnya serta sejarah kerajaan di sana. Tak bosan rasanya berkeliling kota banda aceh karena banyak kita lihat bangunan bersejarah yang masih utuh ( walaupun banyak pemugaran setelah luluh lantak akibat gempa bumi dan Tsunami yang melanda kota tersebut di penghujung tahun 2004 silam) tempat2 bersejarah yang ada di banda aceh spt :
Taman Ratu Safiatuddin
Mesjid Raya Banda Aceh
Kerkoff ( Makam Belanda )
Rumah Cut Nyak Dien
Museum Tsunami (telah berdiri dengan indahnya di samping Kompleks Makam Belanda)
Museum Kota Banda Aceh, serta
banyak lagi peninggalan bersejarah dari Kerajaan Sultan Iskandar Muda yang sangat terkenal tersebut.
Selama berada di daerah ini aku banyak mengunjungi daerah2 Wisata pantainya yang sangat indah tersebut, pemandangan disana seakan tiada habisnya untuk dilihat, setelah satu harian bekerja memasang jaringan lelah yang kudapat seakan hilang seketika setelah melihat2 wisata pantai yang sungguh menawan, mungkin kalau ditata lebih serius lagi maka tak bisa dipungkirin bahwa daerah Banda Aceh bisa menjadi daerah wisata pantai yang terbaik di Pulau Sumatera, karena pesisir pantainya yang tidak kalah dengan pulau Bali, apalagi pesisir pantai Baratnya yang mempunyai kwalitas ombak yang besar bisa memungkinkan bagi wisatan Asing untuk melirik ombak di sana sebagai ajang peselancar untuk menguji ketangguhannya, semoga pemerintah setempat lebih serius lagi menata dan mengelola aset daerahnya agar lebih maju lagi, seperti bisa kita lihat gambar diatas tersebut adalah Makam tentara Belanda yg sekarang masih di rawat dan pelihara oleh Pemko Banda Aceh, letak tempat tersebut bersebelahan dengan Museum Tsunami yang baru dibangun, foto tersebut diambil pemerintah Belanda pada abad 19,tulisan tersebut di tulis dalam bahasa Belanda (Militair kherkhof petjoet te Kota Radja,atjeh). Disini saya mendapat data atau berupa foto2 kota Banda Aceh Tempo Doeloe dari seorang teman yang bekerja di salah satu perusahaan di Netherland/Belanda,foto2 tersebut diambil Pemerintah Hindia Belanda pada saat mereka menjajah kita Beberapa ratus tahun silam, bukan hanya foto2 satu daerah tapi mencakup daerah jajahan mereka keseluruhannya.
Setelah sibuk bekerja satu harian aku beserta teman2ku kembali kepenginapan untuk istirahat melepas lelah, baru setelah habis shalat isya aku dan teman2 kembali jalan2 keliling kota banda aceh, swasana malam di kota ini banyak kelihatan cafe2 pinggir jalan yang menyediakan hidangan makan malam atau jajanan pinggir jalan dengan menawarkan berbagai macam variasi harga makanan, malam hari di kota ini tepatnya di kota banda Aceh telah ada lampu sorot yang menghiasi swasana malam di tempat ini,jenis makanan yg ditawarkan disini adalah Mie Aceh, Nasi putih, Nasi Padang, Gulai Bebek,dan lain2. Di Kota ini jenis2 makanan banyak kita dapati di Kota Medan, mungkin suasananya yang berbeda ditempat ini lalu lintasnya tidak begitu padat seperti dikota medan, lagipula tatakota banda aceh ini sangat baik, banyak kita lihat masih banyak taman2 kotanya dan pepohonan yang rindang menghiasai setiap pinggir jalan disini, bangunan peninggalan Belanda dan bangunan baru tetap berdampingan, semoga pemerintah kota banda aceh tetap menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah ini, ditengah2 kota banda aceh ini terdapat kanal atau sungai yang membelah kota banda aceh, sistem pembuangan air dikota inipun sangat bagus dikarenakan letak kota ini berdekatan dengan pantai dan faktor alam juga mendukung kota ini untuk menghindari banjir, jalan2 dikota inipun sudah termasuk bagus,kegiatan ekonomipun sangat bergairah disini, bangunan2 kotanyapun sangat indah kita lihat karena bentuk bangunan disini dipadukan dengan bentuk bangunan eropa n tradisional aceh, sungai2 dan kanal2 disini sangat lebar bisa jadi mungkin tempat ini menjadi tempat wisata kota bagi masyarakat lokal maupun luar daerah. Pantai2 disini sangatlah bagus untuk rekreasi keluarga, biasanya di waktu sore hari tempat2 ini banyak dikunjungi oleh masyarakat di Banda aceh maupun di luar banda aceh, sepertinya kota ini sudah mulai berbenah diri dalam menarik hati para pendatang untuk menanamkan investasinya disini, mudah2 kota banda aceh bisa kota yang modern dan religius...amin.

Travel to Meulaboh

Dengan kecepatan penuh mobil yang kami kendarai melaju menuju daerah tujuan yaitu Pesisir Pantai Barat Sumatera tepatnya daerah Meulaboh, pacu kendaraan dimulai pada malam hari tepatnya jam 12 malam, karena lalu lintas di wilayah nanggroe Aceh Darussalam ini pada saat malam tidak dipadati dengan kendaraan2 jadi jalan lintas sumaterapun kami hajar (istilah kami anak medan hajar itu= dilakukan..) biar nyampai tempat tujuan dan bisa istirahat sambil menunggu material yang akan tiba. Jalan lintas yg ditempuh kami ambil dari daerah Breuneun karena untuk dari banda aceh jalan itu yang pertama kami jumpai persimpangannya selain dari itu ada jalan alternatif lainnya, tetapi melihat situasi maka jalan dari Beureuneun itulah yang dilalui, arah menuju meulaboh ditempuh melewati pegunungan dan perbukitan, dengan jalan yang penuh dengan tanjakan dan tikungan dan di kiri kanan jalan terdapat jurang yang cukup dalam, maka kamipun harus berhati-hati melewatinya karena pada malam hari sangat rawan akan kecelakaan, dengan mengendari mobil kijang kapsul kami lalui daerah ini sambil melihat2 mungkin ada petunjuk arah mana yang akan ke meulaboh, karena belum tau jalan menuju kesana kamipun bertanya kepada setiap orang, dengan keramah tamahan mereka menunjukkan arah jalannya...sekitar jam 7 kamipun sampai di Kota Meulaboh, langsung saja kami mencari penginapan untuk beristirahat melepaskan lelah dan kantuk yang amat sangat, setelah berkeliling mencari beberapa lama kemudian kami mendapati tempat penginapan di daerah kota meulaboh tersebut. Ke esokkan harinya kamipun menyusun perlengkapan karena informasi yang didapat material pekerjaan sampai pagi ini, dengan bergegas kami ayunkan langkah menuju site locatian, dengan mencari dan kordinasi dengan teman2 dimedan yang pernah ke daerah ini maka kami sampai di lokasi pekerjaan. Dengan kordinasi kepada pihak-pihak yang mempunyai hak atas pekerjaan kami, maka izin kerjaapun diberikan, tanpa berlama2 disegerakanlah pekerjaan install jaringan tsb. Setelah bongkar material dan merakit kamipun langsung menginstall perangkat yang akan dikerjakan, karena jenis pekerjaan hanya penambahan sector kerjaan tersebut tidak memakan waktu yang cukup lama sebelum magrib pekerjaan itupun selesai, selanjutnya kami tim installasi segera kembali kepenginapan untuk membersihkan diri, setelah kumandang azan magrib memanggil kami untuk melaksanakan perintah yang diwajibkan yaitu shalat magrib. Pada malam harinya kamipun menunggu perintah selanjutnya apakah site tersebut akan di On-air kan atau tidak..., ternyata dapat perintah dari atasan bahwa site tersebut harus di On-airkan, maka dengan ditemani seorang Engginer maka malam itupun site tersebut alhamdulillah bisa On-air, itulah tuntutan pekerjaan demi memenuhi permintaan masyarakat yg makin tinggi akan perlunya jaringan telekomunikasi nir kabel. Tepat tengah malam kami ayunkan langkah kaki yang terasa mulai lemah dan seakan2 tulang2 dan urat2 dibadan ini minta di istirahatkan maka kamipun cabut dari site tersebut untuk kembali ke Negri mimpi yaitu tempat tidur biar badan dan fikiran ini bisa diluruskan jangan sampai dia komplain karena kalau terjadi sesuatu yang membuat dia sakit maka errrrrrroooorrrr semuanya. Pada pagi harinya setelah malam harinya beristirahat kami belum dapat perintah dari atasan untuk pekerjaan selanjutnya....mungkin kata lainnya adalah Standby brooo..., yah..sambil menunggu kabar dari Leader kami nyantai di penginapan, saat siang hari di dapati kabar bahwa belum ada yg bisa dikerjakan, ketimbang tidur..kami putuskan beramai-ramai maka di dapati kata sepakat bahwa hari ini adalah acaranya jalan2 kepantai...asyiiiiiik...langsung saja mobil yang kami kendarai melaju menuju tempat rekreasi yaitu pantai di Meulaboh...ternyata jarak yang dilalui tidak begitu jauh dari penginapan kami sekitar 15 menit perjalanan, sebelumnya disaat bekerja diatas tower terlihat jelas betapa luasnya Samudra Hindia, mengingatkan akan betapa dahsyatnya gelombang Tsunami yang menerjang Kota Meulaboh pada penghujung tahun 2004 yang lalu, mendengar penuturan dari yang punya tempat penginapan kami bahwa Air yang menghantam kota meulaboh suaranya seperti suara Pesawat Boing yang akan Take Off dan kecepatannya sungguh tak bisa mereka bayangkan (Maha besar kekuasaan Nya ) tak terhitung korban jiwa pada saat bencana itu datang. Disaat saya berjalan2 di bibir pantai tampak jelas terlihat permukaan pantai yang amblas sepanjang bibir pantai, karena disaat gempa yang mengguncang Aceh 2004 silam,kekuatannya mencapai 9 skala Richter,gempa yang sangat kuat dalam kurun waktu 100 tahun, nah sambil menyusuri pantai saya melihat2 keindahan Pantai pesisir barat sumatera ini, ombak yang begitu kuat bisa terdengar sekitar 300 meter sebelum memasuki area wisata pantai ini, banyak terlihat pengunjung yang menikmati suasana pantainya ada yang duduk di pondok sambil menikmati hidangan yang disajikan restoran ditempat tsb, disini tidak terlihat pengunjung yang mandi di laut karena telah dilarang, mungkin arus ombak yang kuat dan pantai disini termasuk dalam setelah gempa beberapa tahun silam. Sambil menikmati pemandangan pantai dan pohon kelapanya saya beserta teman2 langsung mengambil kesempatan dengan suasana yang indah ini yaitu menyalurkan hobi turun temurun yaitu Main bola pantai, dengan berbaur dengan pengunjung yang lain maka pada hari itu diadakan pertandingan bola pantai, karena terlahir sebagai pemain bola walaupun nggak nyampe ke tingkat nasional tapi pada sore hari itu terciptalah Hattrick 3 gol ke gawang MU....eitss salah.....maksudanya Meulaboh Football Beach.

Senin, 15 Desember 2008

Waiting....



Baru pada hari ke 5 kami bisa bekerja karena material sudah bisa diterima, jadi kamipun langsung berangkat ke lokasi Site tersebut untuk meneriman dan langsung menginstall,karena belum paham betul dengan daerah tersebut kami menanyakan langsung kepada Driver yg membawa kami ketempat daerah lokasi yg akan didatangi,jarak tempuh setiap site berbeda-beda, ada sekitar 2 jam ada pula yang tidak sampai 1/2 jam tergantung List pekerjaan dari pihak Telkomsel dan Ericsson.
Satu Team Installasi terdiri dari 4-5 orang,tergantung jenis pekerjaannya, para installer dikepalai oleh seorang Leader yg paham dgn jenis pekerjaan tersebut,tugas Leader ini tidak hanya mengawasi anggotanya saja tetapi harus bisa saling Koordinasi dengan pihak-pihak yg dibutuhkan, selama di Bangka-belitung kami dikepalai oleh dua Orang Leader karena terdapat 2 team installasi yg bekerja disana,perlu diketahui bahwa di Kepulauan Bangka-belitung tersebut pihak Telkomsel menggunakan perangkatnya Siemens,tidak seperti di Sumater Utara-Nanggroe Aceh Darussalam pihak Telkomsel menggunakan perangkatnya Ericsson dari Antena sampai RBS (Outdoor Indoor),jadi kamipun hanya mengerjakan penambahan saja atau istilah kerjanya Collocated,selain itu kamipun mengerjakan installasi Mini Link/Radio dari 0,6 m - 1,8 m saat itu pengerjaannya ada dibeberapa titik yaitu :
* Site Sungai Selan to Simpang Katis
* Site Sungai Selan to Payung
* Site Air Mesu to Semada
* Site Air Mesu to Namang
* Site Kelapa to Pelangas
* Site Serdang to Simpang Katis
Untuk pengerjaan Collocated 1800 terdapat dibeberapa titik di Pulau Bangka yaitu :
* Colloc 1800 Simpang katis
* Colloc 1800 Cit
* Colloc 1800 Padang Lalang
* Colloc 1800 Kampung Dul
* Colloc 1800 Namang
* Colloc 1800 Nangka
* Colloc 1800 Benteng Yudono
Setelah menginstall dibeberapa tempat dan Meng On-Airkan Site tersebut maka pada tanggal 25 September 2008 kamipun bersiap-siap untuk Berangkat ke Pelabuhan Muntok Bangka dan menyebrang ke Palembang lalu dari Palembang kamipun melanjutkan perjalanan ke Medan,karena sebentar lagi kita semua akan merayakan hari Raya Aidil Fitry 1 Syawal 1429 H.

Selasa, 09 Desember 2008

Travel to....

Hari yg sangat melelahkan bagiku demi menjalankan tugas-tugasku...perjalanan tugas dalam mengemban pekerjaan harus dilakukan demi mencapai target perusahaan. Diriku bekerja pada perusahaan Swasta yang bergerak di bidang Jaringan Telekomunikasi Selular, mencakup wilayah Sumatra Aceh.
Jaringan yg perusahaan kami pasang ntuk saat ini adalah : Jaringan Telekomunikasi milik Telkomsel dan XL, dimana jaringan tersebut memakai perangkat Ericsson (Telkomsel) dan Alcatel (XL), wilayah kerjanya terdiri dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam memasang jaringan ini setiap tim Installasi diharuskan bisa menginstal, sebelumnya para installer di training terlebih dahulu mengenai perangkat yang akan dipasang serta mengenai standarisasi yang diminta Customer, setiap installer harus menyiapkan perlengkapan dalam bekerja seperti Tools dan Safety demi kelancaran pekerjaan tersebut. Untuk operasional pekerjaan tim installasi disediakan transportasi dari perusahaan seperti Mobil untuk meluncur ke Site lokasi pekerjaan.

TRAVEL TO BANGKA-BELITUNG

Pada bulan Agustus yg lalu project yang dikerjakan mencakup Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung, jarak yg ditempuh melalui darat Dari Medan-Palembang-Kep.Bangka-Belitung, sesampainya dipalembang jam 6 pagi, lalu menunggu kapal penyebrangan ke Bangka sekita jam 08 pagi (dari medan ke Palembang skitar 3 hari),kapal yang ditumpangi adalah kapal Sumber Bangka, jarak tempuh dari pelabuhan sungai Musi skitar 3 jam menuju Pelabuhan Muntok (Bangka),selama perjalanan menuju Pulau Bangka kami melalui sungai musi yg sangat panjang,selama diperjalanan sungai tersebut bisa kita lihat aktivitas masyarakat sungai musi yang menggunakan transportasi sungai seperti kapal Boat untuk mengangkut penumpang dan begitu padatnya aktivitas disungai musi hingga kapal yg kami tumpangi agak melambat kecepatannya dan harus berhati-hati dalam mengontrol laju kapal tersebut,jalur sungai musi disibukkan juga oleh aktivitas pabrik seperti Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Kilang minyak Pertamina, dipinggiran sungai musi telah banyak dipenuhi Bangunan-bangunan Pabrik dan kilang selain rumah penduduk.
Sungai musi merupakan jalan masuk ke Kepulauan Bangka selain transportasi udara,transportasi sungaipun digunakan masyarakat yang ingin berpergian ke daerah Bangka,jumlah penumpang setiap harinya sangat banyak sehingga Armada kapal penyebranganpun punya tambahan untuk melayani masyarakat tsb.
Sekitar jam 11 siang kami sampai di Pelabuhan Muntok Propinsi Bangka-Belitung, disana kami disibukkan dengan bongkar muat barang atau material seperti Tools dan tas serta peralatan kerja,begitu banyak penumpang yg berdesak-desakan untuk bisa keluar dari Dermaga pelabuhan tersebut termasuk Team kami. Dipelabuhan tersebut kami menyewa kendaraan untuk mengantar kami ke kota Pangkal Pinang, setelah negosiasi dengan pihak pemilik kendaraan kami pun meluncur ke Kota Pangkal Pinang.


sekilas tentang ....KEPULAUAN BANGKA DAN BELITUNG

Propinsi kepulauan pertama di Indonesia, Bangka dan Belitung tengah menggalakkan wisata bahari dalam suatu upaya yang dirintis sekaligus untuk mengantisipasi menyusutnya timah sumber mineral primadona kawasan ini, disinilah sang installer bertugas guna memperluas jaringan telekomunikasi hingga pelosok nusantara.

Kepulauan Bangka dan Belitung atau yang bisa dikenal dengan sebutan Babel, adalah propinsi baru sejak ia dilepas dari sumatera selatan sejak 21 November 2000. Haus diakui, Babel belum sedemikian populer sebagai salah satu rujukan destinasi wisata di indonesia namun dengan 254 gugusan pulau kecil serta dua pulau besar, potensi wisata bahari babel sangat menjanjikan dengan dukungan sarana transportasi yang memadai.
Timah tidak dapat dipisahkan dari Babel, khususnya Pulau Bangka, produsen terbesar sumber daya mineral itu di Indonesia, Hingga kini selain lada putih,timah masih memegang peranan penting dalam menopang kehidupan perekonomian propinsi ini. Sebuah badan usaha milik negara (BUMN), PT Timah mengolah seluruh kegiatan penambangan timah di pulau tersebut. Namun ratusan tambang tambang kecil yang diusahakan secara individu oleh masyarakat setempat tersebut tersebar diseluruh pelosok kawasan itu. Tidak jelas apakah kegiatan mereka dalam koordinasi PT Timah atau semua itu merupakan penambangan liar. Yang jelas bekas pnambangan yang ditinggalkan, atau bisa disebut kolong, tampak jelas dari udara sejenak sebelum pesawat mendarat dilapangan udara De Patih Amir, Pangkal Pinang, Walaupun indah ibarat dengan danau dengan air hijau-biru, kolong kolong ini memberikan kontribusi besar pada perusakan lingkungan dikawasan ini. Disamping meninggalkan kubangan dengan kandungan asam tinggi yang membuat tanah sulit diolah kembali, galian sedalam lebih dari 10 meter ini juga kerap longsor dan menelan korban jiwa para penggali timah.
Namun pada saat yang sama timah melahirkan suatu sub-kebudayaan yang kian berkembang dan memberikan warna tersendiri pada Babel-berkat kehadiran golongan etnis tionghoa,komunitas ini mencapai 30% dari seluruh penduduk Babel yang berjumlah sekitar satu juga dan merupakan keturunan dari buruh China yang pada abad XVII di datangkan Belanda sebagai penggali timah dikawasan ini. Banyak dari para pekerja tersebut yang akhirnya menetap dan membentuk keluarga yang bermukim di Babel hingga kini.
Pengaruh kebudayaan China bisa dilihat dari sejumlah klenteng serta daerah pecinan di jalan-jalan. Bukti lainnya bisa ditemukan di Pekuburan Sentosa, suatu area yang sebagian besar diisi oleh makan china khas dengan gundukkannya, yang dibuka sejak 1935. Walaupun kawasan seluas 19 hektar ini adalah area pemakaman umum, beberapa kegiatan seperti sembahyang kubur dan peringatan imlek masih rutin diselenggarakan di tempat ini.
Tujuan utama saya ke kepulauan ini adalah adanya tugas pekerjaan yang ditugaskan oleh perusahaan tempat saya bekerja, didalam benak saya pasti yang namanya daerah kepulauan pasti banyak tempat2 yang mempunyai keindahan alamnya terutama pantai.
Pantai yang menarik untuk dilihat dan dinikmati salah satunya adalah Pantai Parai, konon pantai ini memeliki karakteristik berbeda dibandingkan pantai-pantai indonesia pada umumnya.Untuk itulah sehabis bekerja tidak salah rasanya mengunjungi dan menikmati pantai parai ini yang terletak sekitar 50 Km arah utara Pangkal Pinang dan menghadap laut cina selatan. Dipinggiran pantainya Batu-batu granit besar terhampar,beberapa bahkan terlihat menjorok hingga ke tengah laut, dari mana asalnya tidak ada yang dapat menjelaskan secara pasti didaerah ini tidak terdapat gunung berapi yang mungkin memuntahkannya,tetapi menurut saya itu adalah batu2 bekas letusan gunung karakatau 1000 tahun yang lalu tepatnya tahun 1883, dimana pesisir pantai timur sumatera terkena dampaknya. Batu2 besar tersebut seakan melindungi pantai dari ombak Laut Cina Selatan sehingga kawasan perairan di sekitarnya tenang dan sangat cocok untuk berenang.

oleh-oleh dari bangka
to be continued......