Hari yg sangat melelahkan bagiku demi menjalankan tugas-tugasku...perjalanan tugas dalam mengemban pekerjaan harus dilakukan demi mencapai target perusahaan. Diriku bekerja pada perusahaan Swasta yang bergerak di bidang Jaringan Telekomunikasi Selular, mencakup wilayah Sumatra Aceh.
Jaringan yg perusahaan kami pasang ntuk saat ini adalah : Jaringan Telekomunikasi milik Telkomsel dan XL, dimana jaringan tersebut memakai perangkat Ericsson (Telkomsel) dan Alcatel (XL), wilayah kerjanya terdiri dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam memasang jaringan ini setiap tim Installasi diharuskan bisa menginstal, sebelumnya para installer di training terlebih dahulu mengenai perangkat yang akan dipasang serta mengenai standarisasi yang diminta Customer, setiap installer harus menyiapkan perlengkapan dalam bekerja seperti Tools dan Safety demi kelancaran pekerjaan tersebut. Untuk operasional pekerjaan tim installasi disediakan transportasi dari perusahaan seperti Mobil untuk meluncur ke Site lokasi pekerjaan.TRAVEL TO BANGKA-BELITUNG
Pada bulan Agustus yg lalu project yang dikerjakan mencakup Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung, jarak yg ditempuh melalui darat Dari Medan-Palembang-Kep.Bangka-Belitung, sesampainya dipalembang jam 6 pagi, lalu menunggu kapal penyebrangan ke Bangka sekita jam 08 pagi (dari medan ke Palembang skitar 3 hari),kapal yang ditumpangi adalah kapal Sumber Bangka, jarak tempuh dari pelabuhan sungai Musi skitar 3 jam menuju Pelabuhan Muntok (Bangka),selama perjalanan menuju Pulau Bangka kami melalui sungai musi yg sangat panjang,selama diperjalanan sungai tersebut bisa kita lihat aktivitas masyarakat sungai musi yang menggunakan transportasi sungai seperti kapal Boat untuk mengangkut penumpang dan begitu padatnya aktivitas disungai musi hingga kapal yg kami tumpangi agak melambat kecepatannya dan harus berhati-hati dalam mengontrol laju kapal tersebut,jalur sungai musi disibukkan juga oleh aktivitas pabrik seperti Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Kilang minyak Pertamina, dipinggiran sungai musi telah banyak dipenuhi Bangunan-bangunan Pabrik dan kilang selain rumah penduduk.
Sungai musi merupakan jalan masuk ke Kepulauan Bangka selain transportasi udara,transportasi sungaipun digunakan masyarakat yang ingin berpergian ke daerah Bangka,jumlah penumpang setiap harinya sangat banyak sehingga Armada kapal penyebranganpun punya tambahan untuk melayani masyarakat tsb.
Sekitar jam 11 siang kami sampai di Pelabuhan Muntok Propinsi Bangka-Belitung, disana kami disibukkan dengan bongkar muat barang atau material seperti Tools dan tas serta peralatan kerja,begitu banyak penumpang yg berdesak-desakan untuk bisa keluar dari Dermaga pelabuhan tersebut termasuk Team kami. Dipelabuhan tersebut kami menyewa kendaraan untuk mengantar kami ke kota Pangkal Pinang, setelah negosiasi dengan pihak pemilik kendaraan kami pun meluncur ke Kota Pangkal Pinang.
sekilas tentang ....KEPULAUAN BANGKA DAN BELITUNG
Propinsi kepulauan pertama di Indonesia, Bangka dan Belitung tengah menggalakkan wisata bahari dalam suatu upaya yang dirintis sekaligus untuk mengantisipasi menyusutnya timah sumber mineral primadona kawasan ini, disinilah sang installer bertugas guna memperluas jaringan telekomunikasi hingga pelosok nusantara.
Kepulauan Bangka dan Belitung atau yang bisa dikenal dengan sebutan Babel, adalah propinsi baru sejak ia dilepas dari sumatera selatan sejak 21 November 2000. Haus diakui, Babel belum sedemikian populer sebagai salah satu rujukan destinasi wisata di indonesia namun dengan 254 gugusan pulau kecil serta dua pulau besar, potensi wisata bahari babel sangat menjanjikan dengan dukungan sarana transportasi yang memadai.Timah tidak dapat dipisahkan dari Babel, khususnya Pulau Bangka, produsen terbesar sumber daya mineral itu di Indonesia, Hingga kini selain lada putih,timah masih memegang peranan penting dalam menopang kehidupan perekonomian propinsi ini. Sebuah badan usaha milik negara (BUMN), PT Timah mengolah seluruh kegiatan penambangan timah di pulau tersebut. Namun ratusan tambang tambang kecil yang diusahakan secara individu oleh masyarakat setempat tersebut tersebar diseluruh pelosok kawasan itu. Tidak jelas apakah kegiatan mereka dalam koordinasi PT Timah atau semua itu merupakan penambangan liar. Yang jelas bekas pnambangan yang ditinggalkan, atau bisa disebut kolong, tampak jelas dari udara sejenak sebelum pesawat mendarat dilapangan udara De Patih Amir, Pangkal Pinang, Walaupun indah ibarat dengan danau dengan air hijau-biru, kolong kolong ini memberikan kontribusi besar pada perusakan lingkungan dikawasan ini. Disamping meninggalkan kubangan dengan kandungan asam tinggi yang membuat tanah sulit diolah kembali, galian sedalam lebih dari 10 meter ini juga kerap longsor dan menelan korban jiwa para penggali timah.
Namun pada saat yang sama timah melahirkan suatu sub-kebudayaan yang kian berkembang dan memberikan warna tersendiri pada Babel-berkat kehadiran golongan etnis tionghoa,komunitas ini mencapai 30% dari seluruh penduduk Babel yang berjumlah sekitar satu juga dan merupakan keturunan dari buruh China yang pada abad XVII di datangkan Belanda sebagai penggali timah dikawasan ini. Banyak dari para pekerja tersebut yang akhirnya menetap dan membentuk keluarga yang bermukim di Babel hingga kini.
Pengaruh kebudayaan China bisa dilihat dari sejumlah klenteng serta daerah pecinan di jalan-jalan. Bukti lainnya bisa ditemukan di Pekuburan Sentosa, suatu area yang sebagian besar diisi oleh makan china khas dengan gundukkannya, yang dibuka sejak 1935. Walaupun kawasan seluas 19 hektar ini adalah area pemakaman umum, beberapa kegiatan seperti sembahyang kubur dan peringatan imlek masih rutin diselenggarakan di tempat ini.
Tujuan utama saya ke kepulauan ini adalah adanya tugas pekerjaan yang ditugaskan oleh perusahaan tempat saya bekerja, didalam benak saya pasti yang namanya daerah kepulauan pasti banyak tempat2 yang mempunyai keindahan alamnya terutama pantai.
Pantai yang menarik untuk dilihat dan dinikmati salah satunya adalah Pantai Parai, konon pantai ini memeliki karakteristik berbeda dibandingkan pantai-pantai indonesia pada umumnya.Untuk itulah sehabis bekerja tidak salah rasanya mengunjungi dan menikmati pantai parai ini yang terletak sekitar 50 Km arah utara Pangkal Pinang dan menghadap laut cina selatan. Dipinggiran pantainya Batu-batu granit besar terhampar,beberapa bahkan terlihat menjorok hingga ke tengah laut, dari mana asalnya tidak ada yang dapat menjelaskan secara pasti didaerah ini tidak terdapat gunung berapi yang mungkin memuntahkannya,tetapi menurut saya itu adalah batu2 bekas letusan gunung karakatau 1000 tahun yang lalu tepatnya tahun 1883, dimana pesisir pantai timur sumatera terkena dampaknya. Batu2 besar tersebut seakan melindungi pantai dari ombak Laut Cina Selatan sehingga kawasan perairan di sekitarnya tenang dan sangat cocok untuk berenang.
oleh-oleh dari bangka
to be continued......
to be continued......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar