Sabtu, 24 Januari 2009

Kuta Raja




Darussalam tepatnya Banda Aceh tahun 2009 ini daerah Nanggroe Aceh atau Kuta Raja aku langkahkan kakiku kesana dengan tugas pekerjaan ntuk memasang jaringan telekomunikasi, semakin banyak saja daerah yang akan aku kunjungi di Banda Aceh ini, tahun2 sebelumnyapun aku telah pergi kesana bukan yang pertama daerah ini yang aku kunjungi tetapi telah berulang2 mendatanginya, seperti daerah Kuta Raja ini punya cerita tersendiri buat diriku, selain Kota yang mempunya objek wisata pantainya dan Kuta raja ini mempunyai Wisata Sejarahnya pula. Banda Aceh adalah ibukota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam letak wilayahnya yang di ujung pulau Sumatra banyak mempunyai cerita sejarah tentang Kebudayaanya adat istiadatnya serta sejarah kerajaan di sana. Tak bosan rasanya berkeliling kota banda aceh karena banyak kita lihat bangunan bersejarah yang masih utuh ( walaupun banyak pemugaran setelah luluh lantak akibat gempa bumi dan Tsunami yang melanda kota tersebut di penghujung tahun 2004 silam) tempat2 bersejarah yang ada di banda aceh spt :
Taman Ratu Safiatuddin
Mesjid Raya Banda Aceh
Kerkoff ( Makam Belanda )
Rumah Cut Nyak Dien
Museum Tsunami (telah berdiri dengan indahnya di samping Kompleks Makam Belanda)
Museum Kota Banda Aceh, serta
banyak lagi peninggalan bersejarah dari Kerajaan Sultan Iskandar Muda yang sangat terkenal tersebut.
Selama berada di daerah ini aku banyak mengunjungi daerah2 Wisata pantainya yang sangat indah tersebut, pemandangan disana seakan tiada habisnya untuk dilihat, setelah satu harian bekerja memasang jaringan lelah yang kudapat seakan hilang seketika setelah melihat2 wisata pantai yang sungguh menawan, mungkin kalau ditata lebih serius lagi maka tak bisa dipungkirin bahwa daerah Banda Aceh bisa menjadi daerah wisata pantai yang terbaik di Pulau Sumatera, karena pesisir pantainya yang tidak kalah dengan pulau Bali, apalagi pesisir pantai Baratnya yang mempunyai kwalitas ombak yang besar bisa memungkinkan bagi wisatan Asing untuk melirik ombak di sana sebagai ajang peselancar untuk menguji ketangguhannya, semoga pemerintah setempat lebih serius lagi menata dan mengelola aset daerahnya agar lebih maju lagi, seperti bisa kita lihat gambar diatas tersebut adalah Makam tentara Belanda yg sekarang masih di rawat dan pelihara oleh Pemko Banda Aceh, letak tempat tersebut bersebelahan dengan Museum Tsunami yang baru dibangun, foto tersebut diambil pemerintah Belanda pada abad 19,tulisan tersebut di tulis dalam bahasa Belanda (Militair kherkhof petjoet te Kota Radja,atjeh). Disini saya mendapat data atau berupa foto2 kota Banda Aceh Tempo Doeloe dari seorang teman yang bekerja di salah satu perusahaan di Netherland/Belanda,foto2 tersebut diambil Pemerintah Hindia Belanda pada saat mereka menjajah kita Beberapa ratus tahun silam, bukan hanya foto2 satu daerah tapi mencakup daerah jajahan mereka keseluruhannya.
Setelah sibuk bekerja satu harian aku beserta teman2ku kembali kepenginapan untuk istirahat melepas lelah, baru setelah habis shalat isya aku dan teman2 kembali jalan2 keliling kota banda aceh, swasana malam di kota ini banyak kelihatan cafe2 pinggir jalan yang menyediakan hidangan makan malam atau jajanan pinggir jalan dengan menawarkan berbagai macam variasi harga makanan, malam hari di kota ini tepatnya di kota banda Aceh telah ada lampu sorot yang menghiasi swasana malam di tempat ini,jenis makanan yg ditawarkan disini adalah Mie Aceh, Nasi putih, Nasi Padang, Gulai Bebek,dan lain2. Di Kota ini jenis2 makanan banyak kita dapati di Kota Medan, mungkin suasananya yang berbeda ditempat ini lalu lintasnya tidak begitu padat seperti dikota medan, lagipula tatakota banda aceh ini sangat baik, banyak kita lihat masih banyak taman2 kotanya dan pepohonan yang rindang menghiasai setiap pinggir jalan disini, bangunan peninggalan Belanda dan bangunan baru tetap berdampingan, semoga pemerintah kota banda aceh tetap menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah ini, ditengah2 kota banda aceh ini terdapat kanal atau sungai yang membelah kota banda aceh, sistem pembuangan air dikota inipun sangat bagus dikarenakan letak kota ini berdekatan dengan pantai dan faktor alam juga mendukung kota ini untuk menghindari banjir, jalan2 dikota inipun sudah termasuk bagus,kegiatan ekonomipun sangat bergairah disini, bangunan2 kotanyapun sangat indah kita lihat karena bentuk bangunan disini dipadukan dengan bentuk bangunan eropa n tradisional aceh, sungai2 dan kanal2 disini sangat lebar bisa jadi mungkin tempat ini menjadi tempat wisata kota bagi masyarakat lokal maupun luar daerah. Pantai2 disini sangatlah bagus untuk rekreasi keluarga, biasanya di waktu sore hari tempat2 ini banyak dikunjungi oleh masyarakat di Banda aceh maupun di luar banda aceh, sepertinya kota ini sudah mulai berbenah diri dalam menarik hati para pendatang untuk menanamkan investasinya disini, mudah2 kota banda aceh bisa kota yang modern dan religius...amin.

Travel to Meulaboh

Dengan kecepatan penuh mobil yang kami kendarai melaju menuju daerah tujuan yaitu Pesisir Pantai Barat Sumatera tepatnya daerah Meulaboh, pacu kendaraan dimulai pada malam hari tepatnya jam 12 malam, karena lalu lintas di wilayah nanggroe Aceh Darussalam ini pada saat malam tidak dipadati dengan kendaraan2 jadi jalan lintas sumaterapun kami hajar (istilah kami anak medan hajar itu= dilakukan..) biar nyampai tempat tujuan dan bisa istirahat sambil menunggu material yang akan tiba. Jalan lintas yg ditempuh kami ambil dari daerah Breuneun karena untuk dari banda aceh jalan itu yang pertama kami jumpai persimpangannya selain dari itu ada jalan alternatif lainnya, tetapi melihat situasi maka jalan dari Beureuneun itulah yang dilalui, arah menuju meulaboh ditempuh melewati pegunungan dan perbukitan, dengan jalan yang penuh dengan tanjakan dan tikungan dan di kiri kanan jalan terdapat jurang yang cukup dalam, maka kamipun harus berhati-hati melewatinya karena pada malam hari sangat rawan akan kecelakaan, dengan mengendari mobil kijang kapsul kami lalui daerah ini sambil melihat2 mungkin ada petunjuk arah mana yang akan ke meulaboh, karena belum tau jalan menuju kesana kamipun bertanya kepada setiap orang, dengan keramah tamahan mereka menunjukkan arah jalannya...sekitar jam 7 kamipun sampai di Kota Meulaboh, langsung saja kami mencari penginapan untuk beristirahat melepaskan lelah dan kantuk yang amat sangat, setelah berkeliling mencari beberapa lama kemudian kami mendapati tempat penginapan di daerah kota meulaboh tersebut. Ke esokkan harinya kamipun menyusun perlengkapan karena informasi yang didapat material pekerjaan sampai pagi ini, dengan bergegas kami ayunkan langkah menuju site locatian, dengan mencari dan kordinasi dengan teman2 dimedan yang pernah ke daerah ini maka kami sampai di lokasi pekerjaan. Dengan kordinasi kepada pihak-pihak yang mempunyai hak atas pekerjaan kami, maka izin kerjaapun diberikan, tanpa berlama2 disegerakanlah pekerjaan install jaringan tsb. Setelah bongkar material dan merakit kamipun langsung menginstall perangkat yang akan dikerjakan, karena jenis pekerjaan hanya penambahan sector kerjaan tersebut tidak memakan waktu yang cukup lama sebelum magrib pekerjaan itupun selesai, selanjutnya kami tim installasi segera kembali kepenginapan untuk membersihkan diri, setelah kumandang azan magrib memanggil kami untuk melaksanakan perintah yang diwajibkan yaitu shalat magrib. Pada malam harinya kamipun menunggu perintah selanjutnya apakah site tersebut akan di On-air kan atau tidak..., ternyata dapat perintah dari atasan bahwa site tersebut harus di On-airkan, maka dengan ditemani seorang Engginer maka malam itupun site tersebut alhamdulillah bisa On-air, itulah tuntutan pekerjaan demi memenuhi permintaan masyarakat yg makin tinggi akan perlunya jaringan telekomunikasi nir kabel. Tepat tengah malam kami ayunkan langkah kaki yang terasa mulai lemah dan seakan2 tulang2 dan urat2 dibadan ini minta di istirahatkan maka kamipun cabut dari site tersebut untuk kembali ke Negri mimpi yaitu tempat tidur biar badan dan fikiran ini bisa diluruskan jangan sampai dia komplain karena kalau terjadi sesuatu yang membuat dia sakit maka errrrrrroooorrrr semuanya. Pada pagi harinya setelah malam harinya beristirahat kami belum dapat perintah dari atasan untuk pekerjaan selanjutnya....mungkin kata lainnya adalah Standby brooo..., yah..sambil menunggu kabar dari Leader kami nyantai di penginapan, saat siang hari di dapati kabar bahwa belum ada yg bisa dikerjakan, ketimbang tidur..kami putuskan beramai-ramai maka di dapati kata sepakat bahwa hari ini adalah acaranya jalan2 kepantai...asyiiiiiik...langsung saja mobil yang kami kendarai melaju menuju tempat rekreasi yaitu pantai di Meulaboh...ternyata jarak yang dilalui tidak begitu jauh dari penginapan kami sekitar 15 menit perjalanan, sebelumnya disaat bekerja diatas tower terlihat jelas betapa luasnya Samudra Hindia, mengingatkan akan betapa dahsyatnya gelombang Tsunami yang menerjang Kota Meulaboh pada penghujung tahun 2004 yang lalu, mendengar penuturan dari yang punya tempat penginapan kami bahwa Air yang menghantam kota meulaboh suaranya seperti suara Pesawat Boing yang akan Take Off dan kecepatannya sungguh tak bisa mereka bayangkan (Maha besar kekuasaan Nya ) tak terhitung korban jiwa pada saat bencana itu datang. Disaat saya berjalan2 di bibir pantai tampak jelas terlihat permukaan pantai yang amblas sepanjang bibir pantai, karena disaat gempa yang mengguncang Aceh 2004 silam,kekuatannya mencapai 9 skala Richter,gempa yang sangat kuat dalam kurun waktu 100 tahun, nah sambil menyusuri pantai saya melihat2 keindahan Pantai pesisir barat sumatera ini, ombak yang begitu kuat bisa terdengar sekitar 300 meter sebelum memasuki area wisata pantai ini, banyak terlihat pengunjung yang menikmati suasana pantainya ada yang duduk di pondok sambil menikmati hidangan yang disajikan restoran ditempat tsb, disini tidak terlihat pengunjung yang mandi di laut karena telah dilarang, mungkin arus ombak yang kuat dan pantai disini termasuk dalam setelah gempa beberapa tahun silam. Sambil menikmati pemandangan pantai dan pohon kelapanya saya beserta teman2 langsung mengambil kesempatan dengan suasana yang indah ini yaitu menyalurkan hobi turun temurun yaitu Main bola pantai, dengan berbaur dengan pengunjung yang lain maka pada hari itu diadakan pertandingan bola pantai, karena terlahir sebagai pemain bola walaupun nggak nyampe ke tingkat nasional tapi pada sore hari itu terciptalah Hattrick 3 gol ke gawang MU....eitss salah.....maksudanya Meulaboh Football Beach.

Tidak ada komentar: